Karena tak punya biaya, Surti sudah puas menikmati pendidikan sampai SMA saja alias tak dapat melangsungkan menuju bangku kuliah. Maklum, ibunda Surti yang punya nama Romlah sehari-hari hanyalah penjual sayur mayur, sedangkan ayah Surti sudah meninggal tatkala menjadi TKI di Malaysia. Sampai suatu hari Surti memperoleh tawaran bekerja menjadi pembantu rumah tangga, sambil menunggu panggilan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar